Pengalaman Menggunakan Zorin OS

Awal saya tahu sistem operasi ini melalui lingkungan saya bekerja, yang sebisa mungkin semua sistem operasi berbasis linux, alasannya agar hemat biaya(tidak memerlukan biaya pembelian lisensi).

Distro linux yang populer(seperti ubuntu dan debian) seringkali membutuhkan resource lebih besar untuk kelancaran dalam operasional. Sedangkan untuk hardware mepet, menurut saya pilihan jatuh pada 2 distro yaitu Linux lite dan Zorin OS.

Dari kedua ini, yang saya amati lebih stabil Zorin OS. Jika teman-teman tahu postingan yang pernah saya terbitkan ini adalah masalah yang sering saya hadapi ketika listrik tiba-tiba mati. Initframs.

Di Zorin, initframs jarang terjadi(sepengalaman saya seperti itu). Untuk instalasinya tergolong mudah, kalo teman-teman pernah instal ubuntu, ya nggak jauh beda, kok.

 

Untuk kestabilan, sangat stabil dan jarang hang. Namun itu kembali lagi ke hardware teman-teman, laptop yang saya gunakan RAM 12GB dan prosesor Core i3 Gen 7. Berlebihan? Oke lah saya kasih tau info tambahan.

Saya juga pernah menginstal Zorin di netbook Asus 1015e, RAM On Board 2GB yang terpotong untuk Graphic Cards 64MB, masih aman, meskipun untuk memutar lagu di Youtube kadang macet, tapi untuk bekerja(semacam menggunakan perangkat lunak perkantoran/office) juga lancar.

 

Jadi saya pikir sesuai dengan apa yang dikatakan di situs resminya,

The Zorin OS Lite edition is streamlined to work on computers as old as 15 years, so you can keep using your PC for longer and save money on upgrades. 

Sangat cocok untuk teman-teman yang ingin menggunakan linux namun ringan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *